Make your own free website on Tripod.com

Pilih Boks Bagasi Ekstra

Eh, mau kemane jalan-jalan naik motor bawa “magic jar” segala! He, he, ini becande aje! Maklum sekarang memang makin marak motor pasang boks bagasi tambahan demi kemudahan bawa barang.

Banyak pilihan ditawarkan. Mulai dari ragam volume, harga sampai merek. Di Tanah Air beredar label Givi, Core dan Kappa. Tapi, kurangnya pengetahuan produk bisa bikin masalah di kemudian hari, lho!

"Saat konsumen ingin beli boks Givi, kita tanya dulu mau buat bawa barang apa? Bawa laptop atau ransel, nah ini sebagai panduan pemilihan tipe boks yang cocok," buka Berliana Hardeslani, Public Relation PT Gemilang, importir dan distributor Givi di Indonesia.

Produk Italia yang dibikin di Malaysia termasuk merek laris dengan sederet volume boks. Dipastikan bakal bikin pusing dalam memilih. "Misalkan untuk Honda Tiger, kalau pakai tipe E260 tentu kekecilan. Pasnya pilih E33 atau E350," yakin Berliana yang ngantor di Automall, SCBD, Jakarta Selatan.

Oh ya, angka di tiap tipe itu menunjukan volume. Misalkan E260 yang pas untuk bebek berarti panjang x lebar x tinggi 26 liter. Jangan maksa cari tipe yang terlalu besar seperti tipe E52NC (52 liter). Apalagi kalau sekadar mengejar muatan lebih.

"Jangan sampai lebar boks tambahan melebihi setang, nggak cuma bikin susah karena rawan nyangkut di kemacetan. Tapi juga bikin pengendara lain ragu saat menyalip Anda di kepadatan lalu lintas," timpal Anggono Irawan, instruktur safety riding PT Astra Honda Motor (AHM).

Ingat kapasitas muatan boks dalam liter ini nggak ada sangkut pautnya dengan berat barang bawaan. Dari hasil jelajah situs www.givi.com.my, beban maksimal untuk boks tipe E450 (45 liter, terbesar untuk motor kecil) hanya disarankan sampai 3 kg.

Nah lho! Jangan mentang-mentang beli boks gede bisa masukin muatan berlebih. Misalkan sampai 10 kg lebih karena bakal mempengaruhi pengendalian, apalagi di motor yang ringan macam bebek atau skuter kecil.


Paling gampang dirasa, setang jadi lebih berat akibat bobot condong ke ban belakang. "Titik berat motor bergeser ke belakang saat berat beban berlebih di boks," lanjut Anggono.

Bisa repot. Makanya, mesti bijak sewaktu memilih boks bagasi tambahan. Jangan asal keren atau gede doang!

 

Model Bagasi Motor

*   Bagasi kotak: model pertama bagasi pada sepeda motor bebek. Kapasitasnya tak lebih dari satu liter dan hanya bisa untuk menyimpan kunci busi dan sejenisnya.

*  Bagasi jok: model ini sama dengan model kotak ditempatkan di bawah jok. Hanya saja, kapasitas bagasi model ini lebih besar. Ia bisa untuk menyimpan helm, jas hujan, tool kit, dan lainnya.

*  Bagasi depan: model ini hanya untuk tipe motor bebek. Kapasitasnya sekira 3-5 liter.

*  Bagasi belakang (boks): model ini yang banyak berkembang dan banyak dipakai para bikers. Kapasitasnya mulai dari 10 liter hingga 45 liter.

*  Bagasi samping (side box): model bagasi polisi ini mayoritas dipakai para bikers motor gede (moge). Kapasitasnya masing-masing sekitar liter (boks kiri 21 liter dan boks kanan 21 liter). Total kapasitas 42 liter.

*  Bagasi paralon: model ini tampaknya paling banyak dipakai. Sebab, harganya sangat murah. Namun, kapasitasnya kecil dan hanya bisa untuk menyimpan jas hujan.

*  Bagasi Vespa: terletak dibagian samping. Namun ada pula yang berada dibagian depan di bawah stang. Kapasitasnya sekitar 3-5 liter.


 

Nggak Boleh Sembarang Braket

Boks tambahan masih butuh komponen penunjang, yaitu braket pemegang yang menghubungkan kotak “magic jar” itu ke sasis. Taunya, juga nggak sembarang bikin! “Kira-kira 8º dari rumah lampu rem. Sebagai panduan titik tumpuan agar boks nggak kelewat ke belakang atau ke depan,” yakin Berliana.
    
Katanya meski braket itu buatan lokal namun tiap negara beda jenis motor yang beredar. Makanya Givi Indonesia harus minta persetujuan dulu ke prinsipal Givi di Malaysia sebelum dipasarkan.

Itu untuk menghindari risiko braket patah atau merusak bodi motor. Ati-ati buat yang beli boks nggak berikut braket. Maksud hati pengin bikin sendiri untuk menekan harga, malah berbuntut salah dan merusak. Aduh, jangan sampai deh!

Sumber: Motorplus